Categories
Blog

Hiperemisis Gravidarum Adalah Morning Sickness yang Ekstrem

Pada masa kehamilan, mungkin banyak sekali yang dirasakan oleh ibu hamil, dari mual, mengidam, dan keluhan lainnya. Yang paling umum terjadi sebagai pertanda awal kehamilan adalah rasa mual dan muntah. Rasa mual dan muntah ini biasa dikenal jiga dengan morning sickness. Namun, tahukah kamu bahwa ada gejala lain yang bernama hiperemisis gravidarum yang hampir mirip dengan morning sickness, namun keduanya tentu berbeda.

DEFINISI HIPEREMISIS GRAVIDARUM

Dilansir dari Halodoc, hiperemisis gravidarum adalah keadaan morning sickness yang sangat ekstrem saat masa kehamilan. Ditandai dengan mual dan muntah layaknya morning sickness, namun lebih parah. Jika dibiarkan begitu saja, maka akan berakibat buruk pada ibu hamil seperti dehidrasi, penurunan berat badan, gangguan elektrolit dan keton di dalam tubuh.

Biasanya ditemui pada ibu hamil dengan usia memasuki tiga bulan pertama kehamilan. Pada beberapa kasus, penurunan berat badan pada ibu hamil yang mengalami hiperemisis gravidarum adalah dikarenakan mereka tidak bisa makan sedikitpun. Jika dipaksakan untuk makan, maka penderita akan memuntahkannya kembali.

Dilansir dari The Asian Parent, dari semua wanita hamil hanya 3 persennya yang mengalami gejala ini. Istri dari Pangeran William, Kate Middleton, adalah salah satu wanita yang pernah mengalami hiperemisis gravidarum. Keadaan ekstrem ini dapat berlangsung selama masa kehamilan, bahkan setelah melahirkan.

GEJALA HIPEREMISIS GRAVIDARUM

Dilansir dari buku dr. Ayustawati, PhD, yang berjudul Mengenali Keluhan Anda, gejala awal dari hiperemisis gravidarum yaitu rasa mual dan muntah yang sangat berat dan terjadi secara terus menerus. Kemudian, rasa lemas akan melanda, bahkan ada juga yang hampir pingsan. Selain itu, gejala yang ditemui adalah dehidrasi. Bagaimana kita tahu ibu hamil dehidrasi? Bisa kita lihat dari fisiknya yaitu agak lemas, bibir kering, keluar keringat dingin, dan kulit menjadi kering.

Gejala lainnya yaitu frekuensi buang air kecil menjadi berkurang, sakit kepala, tekanan darah rendah, detak jantung menjadi lebih cepat, sulit berkonsentrasi, gelisah, perubahan mood ibu hamil, sensitif pada bau, dan pada beberapa kasus juga ditemukan gejala berupa penyakit kuning yang diderita ibu hamil.

Gejala yang masih dalam tingkat sedang dapat ditangani dengan mengubah pola makan ibu hamil. Hal ini untuk mencegah penurunan berat badan yang signifikan, dan memastikan bahwa ibu hamil tetap memdapatkan asupan. Terlebih lagi, di dalam rahimnya ada janin yang membutuhkan nutrisi.

PENYEBAB HIPEREMISIS GRAVIDARUM

Saat sedang hamil, seorang wanita akan memproduksi hormon yang bernama HCG atau Human Chorionic Gonadotropin yang dihasilkan oleh ari-ari. Penyebab dari hiperemisis gravidarum ini adalah pesatnya peningkatan hormon HCG. Hal ini lebih sering terjadi pada mereka yang sedang mengandung bayi kembar atau hamil anggur.

Jika kondisi ini terjadi secara terus menerus tanpa ada penanganan, bisa menyebabkan komplikasi seperti gangguan pada ginjal, berat badan menurun, otot yang melemah karena malnutrisi, ketidakseimbangan elektrolit dan mineral dalam tubuh, dan produksi air liur bertambah banyak sehingga dapat menyebabkan ibu hamil merasa mual saat menelannya.

Apa yang terjadi jika ibu hamil tidak kunjung mendapatkan penanganan? Kemungkinan besar akan terjadi kelahiran premature, atau bayi akan lahir dengan berat badan rendah, dan masalah kesehatan lainnya pada bayi. Jadi, jangan anggap sepele ya jika kamu merasa mual dan muntah setiap hari karena bisa jadi itu merupakan tanda awal kamu mengalami hiperemisis gravidarum.

 

Sumber gambar: halodoc.com

Categories
Blog

Fakta Penting dari Kondisi Displasia Pinggul pada Bayi

Salah satu akibat pada bayi dan balita jika terdapat kesalahan posisi menggendong atau bedong adalah hyp dysplasia atau displasia pinggul. Kondisi ini terkadang terjadi sejak bayi tersebut dilahirkan. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, kondisi ini baru terlihat pada satu tahun pertama kehidupan bayi.

Apa Itu Displasia Pinggul?

Pada pinggul normal, kepala tulang paha yang bentuknya bulat seperti bola berada di dalam rongga atau soket panggul yang bentuknya cekung seperti cangkir. Berbeda halnya dengan pinggul pada balita yang mengalami displasia. Soket tulang panggul berbentuk lebih datar atau dangkal, sehingga posisi kepala tulang paha kurang solid. Tingkat keparahan displasi tersebut juga bervariasi mulai dari posisi kepala tulang paha yang longgar sampai dislokasi total, di mana kepala tulang paha sama sekali tidak berada di dalam soket.

Penyebab utama dari displasia pinggul pada balita adalah melonggarnya panggul anak saat dilahirkan. Hal tersebut terjadi karena pengeluaran hormon oleh tubuh secara alami yang menjadikan ligamen lebih rileks, sehingga memudahkan proses melahirkan. Tak hanya itu, terdapat berbagai faktor risiko lainnya yang meningkatkan resiko displasia pinggul pada balita. Anak pertama mempunyai risiko lebih besar mengalami kondisi ini karena rahim ibu masih sempit. Anak perempuan juga berisiko lebih besar karena mempunyai ligamen yang lebih lemah. Anak dari orang tua yang sebelumnya mengalami displasia juga berisiko.

Dalam kasus kehamilan sungsang, terdapat risiko anak mengalami displasia juga. Pada kehamilan kembar, kondisinya juga berisiko, baik dalam kasus kembar dua, maupun lebih. Untuk itu, berbagai risiko ini harus diketahui sejak dini dan konsultasikan dengan dokter.

Gejala Displasia Pinggul

Dilansir dari parenting.orami.co.id, terdapat berbagai gejala displasia pada pinggul yang menimbulkan rasa sakit sampai anak berusia remaja. Berbagai gejala displasia pinggul yang dirasakan adalah terdapat lipatan pantat yang tidak merata atau terdapat lipatan kulit berlebih di bagian paha atas. perbedaan panjang kedua kaki juga menjadi tanda-tanda serius. Anak yang mengalami displasia pada pinggul juga menjadi berjalan pincang dan terhuyung-huyung. Kaki juga tidak fleksibel serta mempunyai rentang gerak terbatas. Melalui bantuan USG, kondisi tersebut dapat dideteksi sejak usia anak menginjak 6 bulan.

Pilihan Perawatan Displasia Pinggul

Dalam pemeriksaannya, dokter akan melakukan upaya diagnosis terhadap kondisi anak. Setelah dinyatakan positif mengalami displasia pinggul, dokter akan melakukan beberapa perawatan yang sesuai dengan tingkat keparahan kondisi setiap anak.

Langkah perawatan pertama pada penderita displasia pinggul adalah pavlik harness. Pilihan perawatan ini berlaku untuk anak yang mengalami displasia sebelum usia 6 bulan ke atas. Dalam praktiknya, si kecil memakai penyangga khusus yang secara perlahan dapat mengarahkan kembali kepala tulang paha ke dalam soket panggul.

Pilihan perawatan kedua adalah reduksi yang cocok untuk anak yang usianya 6 bulan dan anak yang perawatan pavlik harness-nya tidak berhasil. Ortopedis akan merekomendasikan prosedur reduksi ini tanpa operasi untuk menyejajarkan tulang. Metode ketiga adalah osteotomi panggul yang diperuntukkan bagi balita yang sudah berusia di atas 3 atau 4 tahun. Dokter melakukan operasi osteotomi guna menghilangkan gangguan yang menghambat penyejajaran panggul sekaligus meletakkan kepala tulang paha di posisi yang benar.

Setiap metode perawatan di atas sebaiknya dikonsultasikan dengan ortopedis terbaik dan terpercaya agar penanganannya bisa tepat dan optimal. Gangguan kondisi fisik pada bayi ini harus segera ditangani agar pergerakannya dapat optimal dan tidak terganggu sedikitpun.

 

sumber artikel:

id.theasianparent.com

parenting.orami.co.id

 

sumber gambar:

id.theasianparent.com

cdn-cas.orami.co.id

 

Categories
Blog

Cemilan Sehat untuk Ibu Hamil yang Enak Plus Bergizi

Kebanyakan ibu hamil mengaku bahwa saat hamil nafsu makannya meningkat. Karenanya, perlu mengonsumsi cemilan sehat untuk ibu hamil agar kebutuhan nutrisi ibu dan bayi terpenuhi. Cemilan sehat ini juga mendukung tumbuh kembang bayi di dalam kandungan. Selain bergizi, aneka cemilan sehat ini juga enak dan menyegarkan.

  1. Buah Segar

Mengonsumsi buah segar sangat dianjurkan mengingat sangat dibutuhkannya kandungan vitamin, mineral, dan air dalam tubuh. Konsumsi buah segar secara rutin sebagai cemilan sehat untuk ibu hamil sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi tersebut, baik untuk ibu, maupun untuk bayi. Apel adalah buah segar yang kaya akan antioksidan dan juga vitamin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan bermanfaat menangkal radikal bebas. Buah segar lainnya adalah mangga, pepaya, pisang, semangka, melon, dan anggur. Hindari buah yang terlalu asam.

  1. Ubi

Kandungan nutrisi yang dimiliki ubi di antaranya adalah vitamin B, vitamin C, zat besi, kalium, mineral copper (tembaga), serta beta karoten yang kemudian diubah jadi vitamin A di dalam tubuh. Vitamin A tersebut sangat penting untuk pembentukan mata, tulang, dan kulit untuk janin di dalam kandungan. Ubi bisa dimasak sebagaimana kentang tumbuk, dipanggang, ataupun digoreng.

  1. Olahan Telur

Olahan telur yang menarik juga menjadi cemilan sehat yang pas untuk ibu hamil. Anda bisa menggoreng telur yang kaya akan protein dan memotongnya menjadi potongan kecil panjang agar lebih menarik sebagai cemilan sehat. Telur orak arik juga sangat pas dijadikan cemilan dengan tambahan sayuran sehat.

  1. Kacang Almond

Kacang yang satu ini sangat kaya nutrisi, di antaranya adalah serat, protein, vitamin E, dan mineral yaitu potasium dan magnesium, serta ada juga lemak sehat. Nutrisi lain yang bisa didapatkan dari kacang almond adalah zat besi dan kalsium yang keduanya sangat penting dalam masa kehamilan.

  1. Oatmeal

Tingginya kandungan karbohidrat kompleks dan serat pada oatmeal membuatnya termasuk ke dalam salah satu jenis cemilan sehat dan super untuk ibu hamil. Tidak hanya itu saja, oatmeal juga mengandung magnesium serta mineral zinc yang cukup tinggi. Kandungan magnesium pada oatmeal sangat bermanfaat untuk kestabilan kekebalan tubuh, otot, dan saraf. Sementara itu, zinc dalam oatmeal sangat bermanfaat mendukung pertumbuhan sel dan pembentukan DNA janin.

  1. Cokelat

Mengonsumsi cokelat saat hamil sangat bermanfaat untuk kesehatan pembuluh darah ibu hamil, sehingga dipercaya membantu menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan preeklamsia. Meski membawa manfaat, bumil tidak dianjurkan terlalu banyak dalam mengonsumsi cokelat. Dianjurkan pula untuk memilih cokelat hitam atau dark chocolate, dibandingkan dengan cokelat susu yang mengandung banyak gula.

  1. Yoghurt

Yoghurt juga menjadi salah satu cemilan sehat untuk ibu hamil. Kandungan bakteri baiknya dapat membantu mengatasi mual berlebihan alias morning sickness. Probiotik dalam yoghurt juga membantu menjaga sistem kekebalan tubuh jadi lebih kuat. Kandungan kalsiumnya yang tinggi juga sangat bermanfaat membantu memperkuat tulang. Yodium yang terkandung dalam yoghurt juga mendukung proses tumbuh kembang janin.

  1. Smoothies

Sebagai langkah aman yang lebih baik, Anda bisa membuat smoothies sendiri di rumah agar komponennya benar-benar aman dan tidak terlalu manis. Tips agar smoothies lebih pekat, gunakan potongan buah segar yang dibekukan terlebih dulu sebelum memblendernya dengan yoghurt. Sebagai pemanis, Anda bisa menambahkan sedikit madu. Smoothies sehat dan lezat telah siap dinikmati.

Berbagai jenis cemilan sehat untuk ibu hamil di atas sangat direkomendasikan karena dapat memenuhi kebutuhan nutrisi demi mengoptimalkan kondisi ibu dan janin. Cemilannya juga aman dikonsumsi, asalkan tidak mengandung banyak gula dan dikonsumsi dengan cara yang bersih dan higienis. Untuk itu, rutinlah mengonsumsi aneka makanan dan minuman lezat di atas sebagai cemilan menyenangkan saat hamil.

 

Sumber artikel:

www.popmama.com

id.theasianparent.com

www.alodokter.com

parenting.orami.co.id

 

Sumber gambar:

www.grid.id

www.selipan.com

feelgoodfoodie.net

 

Categories
Blog

Mengenal Cara Mengatasi Dan Informasi Seputar Intususepsi

Intususepsi adalah keadaan darurat medis yang terjadi pada anak-anak ketika bagian dari ‘teleskop’ usus (lipatan) ke bagian lain dari usus. Ini menyebabkan rasa sakit, muntah, dan halangan, mencegah jalan. Jika tidak diobati, usus dapat mengalami perforasi, mengakibatkan masuknya isinya ke dalam rongga perut, menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Dalam kasus yang jarang terjadi, peristiwa ini dapat menyebabkan kematian. Diagnosis dan manajemen yang cepat mengurangi risiko terkait dan kebutuhan untuk pembedahan.

Setelah intususepsi didiagnosis, kebanyakan dokter menyetujui penggunaan enema sebagai pengobatan awal. Prosedur ini melibatkan memasukkan zat (udara atau cairan) ke dalam usus, melalui rektum, dengan tekanan khusus yang mengurangi usus ‘teleskoped’ ke posisi normal.

Debat masih berlanjut pada spesifik mengenai jenis zat apa yang harus digunakan untuk enema, bagaimana zat divisualisasikan selama proses, apakah obat tambahan harus diberikan untuk meningkatkan pengobatan, dan bagaimana seseorang harus berurusan dengan kegagalan pengobatan, serta pendekatan terbaik untuk manajemen bedah intususepsi pada anak-anak.

Bagaimana perawatan intususepsi?

Setelah intususepsi didiagnosis, langkah selanjutnya adalah mencoba cara mengatasi dengan reduksi (untuk mendorong usus kembali) menggunakan enema kontras cair atau enema kontras udara (tes yang sama yang digunakan untuk diagnosis). Ini adalah prosedur radiologis, bukan prosedur bedah, dan pasien tidak perlu anestesi.

Prosedur kontras enema cair dan kontras udara memiliki tingkat keberhasilan 60 hingga 70 persen, dengan tingkat kekambuhan intususepsi (pengembalian) 6 hingga 10 persen. Mereka juga memiliki risiko komplikasi yang rendah. Jika reduksi radiologis tidak berhasil, maka pasien perlu operasi. Pembedahan juga dapat dilakukan jika ada banyak infeksi, atau jika pasien terlalu sakit untuk prosedur radiologis.

Selama operasi

  • Anak itu sepenuhnya dibius oleh ahli anestesi pediatrik (spesialis dalam penghilang rasa sakit dan sedasi pada anak-anak).
  • Jika laparoskopi akan dilakukan, instrumen kecil dan kamera akan dimasukkan melalui sayatan kecil (luka) ke dalam rongga perut.
  • Atau, sayatan kecil dibuat di sisi kanan perut, dan usus didorong kembali ke posisi normal.
  • Jika intususepsi tidak dapat dikurangi, maka ahli bedah akan menghapus segmen usus yang terlibat.

Setelah operasi

Anak Anda diberi obat penghilang rasa sakit untuk membuatnya nyaman setelah operasi. Anak akan memerlukan cairan intravena (dalam vena) selama beberapa hari, karena ususnya untuk sementara diperlambat. Pemberian makan tidak diberikan selama periode ini. Sebagian besar anak-anak dapat makan lagi dalam satu hingga tiga hari.

Bagaimana intususepsi dirawat dan apakah ada alternatif?

Intususepsi dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke bagian usus yang terkena, yang menghentikannya berfungsi dengan baik, dan memar serta merusak jaringan usus. Efek dari intususepsi, seperti dehidrasi karena muntah, dapat menjadi sangat serius pada anak-anak, sehingga kondisi ini membutuhkan perawatan darurat.

Jika seorang anak mengalami dehidrasi, mereka akan membutuhkan cairan untuk beberapa saat sebelum perawatan dimulai. Seorang anak juga mungkin membutuhkan tabung nasogastrik, yang dilewatkan ke atas hidung, turun ke foodpipe dan ke dalam perut. Ini akan mengeringkan isi perut dan usus, dan melampiaskan udara yang telah menumpuk, yang akan membuat anak lebih nyaman. Anak tersebut juga akan diberikan antibiotik sebelum perawatan dimulai untuk mengurangi kemungkinan infeksi.

Enema udara biasanya merupakan perawatan pertama. Di departemen sinar-X, tabung dilewatkan ke dasar anak dan udara dilepaskan ke usus. Ini bekerja dengan mendorong usus kembali, sehingga intususepsi mengoreksi dirinya sendiri. Ini dipantau menggunakan sinar-X. Jika enema bekerja dengan baik, mereka akan dapat kembali ke rumah begitu mereka sehat dan memberi makan secara normal. Jika seorang anak tidak cukup baik untuk memiliki enema udara, atau jika enema tidak mengurangi intususepsi, mereka akan memerlukan operasi di bawah anestesi umum.

Sumber :

my.clevelandclinic.org

www.cochrane.org

www.gosh.nhs.uk

sumber gambar :

hellosehat.com

Categories
Blog

Bibir Sumbing, Cacat Pada Bayi yang Baru Lahir

Langit-langit mulut sumbing dan bibir sumbing adalah bukaan atau celah di bibir atas, atap mulut (palatum) atau keduanya. Bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing terjadi saat struktur wajah yang berkembang pada bayi yang belum lahir tidak menutup sepenuhnya. Bibir sumbing dan langit-langit mulut adalah salah satu dari cacat lahir yang paling umum. Kondisi ini paling sering terjadi sebagai cacat lahir terisolasi tetapi juga terkait dengan banyak kondisi genetik atau sindrom.

Memiliki bayi yang lahir dengan sumbing bisa membuat kesal, tetapi bibir sumbing dan langit-langit mulut dapat diperbaiki. Pada kebanyakan bayi, serangkaian operasi bisa mengembalikan fungsi normal dan mencapai penampilan yang lebih normal dengan jaringan parut minimal.

Gejala

Biasanya, belahan (celah) di bibir atau langit-langit segera bisa diidentifikasi saat lahir. Bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing dapat muncul sebagai :

  • Perpecahan di bibir dan atap mulut (langit-langit) yang memengaruhi satu atau kedua sisi wajah
  • Perpecahan di bibir yang tampak seperti takikan kecil di bibir atau memanjang dari bibir melalui gusi bagian atas dan langit-langit mulut ke bagian bawah hidung
  • Perpecahan di atap mulut yang tidak memengaruhi penampilan wajah

Sangat jarang, sumbing hanya terjadi pada otot-otot langit-langit lunak (langit-langit sumbing submukosa), yang berada di belakang mulut dan ditutupi oleh lapisan mulut. Jenis sumbing ini sering tidak diperhatikan saat lahir dan mungkin tidak didiagnosis sampai nanti ketika tanda-tanda berkembang. Tanda dan gejala langit-langit sumbing submukosa mungkin meliputi :

  • Kesulitan memberi makan
  • Kesulitan menelan, dengan potensi cairan atau makanan keluar dari hidung
  • Suara berbicara hidung
  • Infeksi telinga kronis

Faktor risiko

Beberapa faktor bisameningkatkan kemungkinan bayi mengalami bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing, yaitu :

  • Riwayat keluarga.

Orang tua dengan riwayat keluarga bibir sumbing atau langit-langit mulut sumbing mempunyai risiko lebih tinggi untuk memiliki bayi dengan sumbing.

  • Paparan zat tertentu selama kehamilan.

Bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing lebih mungkin terjadi pada wanita hamil yang merokok, minum alkohol atau minum obat tertentu.

  • Mengidap diabetes.

Ada beberapa bukti bahwa wanita yang didiagnosis dengan diabetes sebelum kehamilan memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki bayi dengan bibir sumbing.

  • Menjadi gemuk selama kehamilan.

Ada beberapa bukti bahwa bayi yang lahir dari wanita gemuk mungkin mengalami peningkatan risiko bibir sumbing dan langit-langit mulut.

  • Jenis Kelamin

Laki-laki lebih rentan mempunyai bibir sumbing dengan atau tanpa langit-langit mulut sumbing. Langit-langit mulut sumbing tanpa bibir sumbing lebih sering terjadi pada wanita.

Komplikasi

Anak-anak dengan bibir sumbing dengan atau tanpa langit-langit mulut menghadapi berbagai tantangan, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan sumbing. Beberapa komplikasi atau gangguan yang mungkin dialami yaitu :

  • Kesulitan makan.

Salah satu masalah yang paling mendesak setelah lahir adalah menyusui. Sementara sebagian besar bayi dengan bibir sumbing dapat menyusui, langit-langit mulut sumbing menyebabkan sulit untuk menghisap.

  • Infeksi telinga dan gangguan pendengaran.

Bayi dengan langit-langit mulut sangat rentan terkena cairan telinga tengah dan gangguan pendengaran.

  • Masalah gigi

Jika celah meluas melalui gusi bagian atas, perkembangan gigi mungkin terpengaruh.

  • Kesulitan bicara.

Karena langit-langit mulut digunakan untuk membentuk suara, perkembangan bicara normal bisa dipengaruhi oleh langit-langit mulut sumbing. Bicara mungkin terdengar terlalu sengau.

  • Tantangan dalam mengatasi kondisi medis.

Anak-anak dengan bibir sumbing adalah anak – anak mungkin menghadapi masalah sosial, emosional dan perilaku karena perbedaan penampilan dan tekanan perawatan medis intensif.

Pencegahan

Setelah s bayi dilahirkan dengan bibir sumbing, orang tua bisa memahami tentang kemungkinan memiliki anak lagi dengan kondisi yang sama. Meskipun banyak kasus bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing tidak dapat dicegah, pertimbangkan langkah-langkah ini untuk meningkatkan pemahaman Anda atau menurunkan risiko, yaitu :

  • Pertimbangkan konseling genetik.

Apabila Anda memiliki riwayat keluarga dengan bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing, beri tahu dokter sebelum hamil. Dokter mungkin merujuk Anda ke konselor genetik yang bisa membantu menentukan risiko Anda memiliki anak dengan bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing.

  • Ambil vitamin prenatal.

Apabila Anda berencana untuk hamil segera, tanyakan kepada dokter jika Anda harus mengambil vitamin prenatal.

  • Jangan terlibat dengan tembakau atau alkohol.

Penggunaan alkohol atau tembakau selama kehamilan bisa meningkatkan risiko memiliki bayi dengan cacat lahir.

 

Sumber :

www.mayoclinic.org

www.cdc.gov

www.stlouischildrens.org

Categories
Blog

Berikut Adalah Cara Mencegah Bayi Mengalami Atresia Ani

Bayi yang lahir tanpa anus dinamakan atresia ani. Kondisi ini merupakan salah satu cacat bawaan atau kelainan genetik. Operasi atau pembedahan adalah cara yang paling tepat untuk mengobati penyakit ini. Dokter akan membentuk pembentukan lubang anus yang berguna untuk membentuk saluran pembuangan untuk kotoran. Agar bayi tidak lahir dengan kondisi ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah atresia ani, yaitu :

  1. Tidak Mengonsumsi Obat Kimia

Saat menjalani masa kehamilan, sebaiknya hindari obat  – obatan kimia. Jika tetap dilakukan, hal inilah yang bisa menjadi penyebab bayi lahir tanpa anus atau mengalami atresia ani. Kondisi ini dialami bayi saat usia kandungan tiga bulan. Dalam waktu ini, janin akan terkontaminasi dengan obat – obatan kimia.

  1. Tidak Mengonsumsi Makanan Berpengawet

Makanan pengawet dalam kemasan sangat tidak dianjurkan selama seorang ibu menjalani masa kehamilan. Makanan cepat saji (fast food) sebaiknya dihindari dan tidak terlalu sering dikonsumsi. Hal ini bertujuan untuk menghindari kelainan genetik pada janin.

  1. Jauhi Alkohol

Minuman alkohol juga menjadi salah satu penyebab atresia ani. Saat usia kehamilan memasuki 3 bulan, janin akan terkontaminasi dengan alkohol yang Anda konsumsi.

  1. Menjaga Nutrisi

Memenuhi nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan sangat penting bagi ibu hamil. Hal ini juga memengaruhi kondisi dan kesehatan bayi. Oleh karena itu, penuhi nutrisi yang dibuthkan selama kehamilan seperti minum susu ibu hamil dan mengonsumsi makanan bergizi.

  1. Pemeriksaan Kandungan Rutin

Cara ini dilakukan untuk mengetahui kondisi janin selama kehamilan. Selain itu, Anda juga akan mengetahui sejauh mana pertumbuhan yang sudah terjadi. Apabila terjadi gangguan, kondisi ini akan segera terdeteksi dan bisa segera ditangani.

  1. Pemeriksaan Genetik

Bagi pasangan yang baru menikah dan ingin memiliki keturunan, sebaiknya mereka melakukan pemeriksaan genetik. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah pasangan atau diri Anda mempunyai gen yang bisa menimbulkan atresia ani. Dengan begitu, cara ini bisa dilakukan untuk mencegah atresia ani. Cara ini juga dilakukan karena atresia ani adalah penyakit genetik atau karena faktor keturunan.

  1. Menghindari Radikal Bebas

Radikal bebas ternyata tidak hanya buruk bagi kesehatan kulit, tetapi juga bagi kesehatan janin yang sedang ada di kandungan. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya atresia ani, sebaiknya hindari radikal bebas khususnya selama trimester pertama kehamilan.

Setelah bayi lahir, dokter biasanya akan langsung mengetahui bagaimana kondisi bayi. Bayi yang mengalami penyakit ini biasanya mekonium tidak keluar selama 24 jam setelah dilahirkan dan menjadi gejala awal dari atresia ani. Adanya mekoneum dari saluran berkemih atau saluran reproduksi adalah tanda adanya fistula di atresia ani. Di sisi lain, ada kasus dimana atresia ani tidak dikenali sampai bayi diberi makan. Hal ini menimbulkan tanda – tanda obstruksi atau sumbatan usus.

Pemeriksaan awal bisa dilakukan dengan thermometer rektal. Selain itu, foto rontgen bisa dilakukan untuk menentukan jenis atresia ani dan posisi yang tepat. Jenis dan ukuran atresia ani bida dideteksi dengan cara Magnetig Resonance Imaging (MRI) atau CT-scan, dan USG. USG dilakukan dengan gelombang suara, CT scan menggunakan sinar x melalui tubuh di sudut yang berbeda dan MRI menggunakan medan magnet serta gelombang radio.

Pengobatan yang dilakukan dengan operasi yaitu dengan cara membuat saluran buatan (kolonostomi) serta pemberian cairan dan atibiotik agar mencegah terjadinya infeksi. Lalu, sayatan bedah dibuat di usus besar untuk membuat lubang sementara (kolostomi) pada bagian perut yang telah ditentukan oleh okter. Usus tersebut akan dipindahkan ke dalam cincin otot (sfingter) dalam beberapa bulan kemudian. Apabila kolostomi sudah dilakukan pada anak dengan atresia ani, kolostomi ditutup beberapa minggu kemudian.

 

Sumber :

www.honestdocs.id

https://mommyasia.id

Pexels.com

Categories
Blog

Apa Penyebab Bibir Sumbing Pada Bayi yang Baru Lahir ?

Bibir terbentuk antara minggu keempat dan ketujuh selama kehamilan. Ketika bayi berkembang selama kehamilan, jaringan tubuh dan sel-sel khusus dari setiap sisi kepala tumbuh menuju pusat wajah dan bergabung bersama untuk membentuk wajah. Penggabungan jaringan ini membentuk fitur wajah, seperti bibir dan mulut. Penyebab bibir sumbing yaitu apabila jaringan yang membentuk bibir tidak bergabung sepenuhnya sebelum kelahiran. Kondisi ini menghasilkan lubang di bibir atas. Bukaan di bibir bisa berupa celah kecil atau bisa berupa celah besar yang menembus bibir ke dalam hidung. Bibir sumbing bisa berada di satu atau kedua sisi bibir atau di tengah bibir, yang jarang terjadi. Anak-anak dengan bibir sumbing juga bisa mengalami langit-langit mulut sumbing.

Atap mulut (langit-langit) terbentuk antara minggu keenam dan kesembilan kehamilan. Langit-langit mulut sumbing terjadi apabila jaringan yang membentuk atap mulut tidak bergabung bersama sepenuhnya selama kehamilan. Bagi beberapa bayi, bagian depan dan belakang langit-langit terbuka. Untuk bayi lain, hanya sebagian langit-langit mulut yang terbuka.

Anak-anak dengan bibir sumbing dengan atau tanpa langit-langit mulut sumbing atau langit-langit mulut sumbing sering memiliki masalah dengan makan dan berbicara dengan jelas dan mempunyai infeksi telinga. Mereka juga mungkin memiliki masalah pendengaran dan masalah dengan gigi mereka.

Penyebab bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing yaitu ketika jaringan di wajah dan mulut bayi tidak melebur dengan baik. Biasanya, jaringan yang membentuk bibir dan langit-langit mulut bersatu pada bulan kedua dan ketiga kehamilan. Tetapi pada bayi dengan bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing, fusi tidak pernah terjadi atau hanya terjadi sebagian, meninggalkan celah (sumbing).

Para peneliti percaya bahwa sebagian besar kasus bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing disebabkan oleh interaksi faktor genetik dan lingkungan. Bagi sebagian besar bayi, penyebab pasti tidak ditemukan. Ibu atau ayah bisa menularkan gen yang menyebabkan sumbing, baik sendirian atau sebagai bagian dari sindrom genetik yang meliputi bibir sumbing atau langit-langit mulut sumbing sebagai salah satu tanda-tandanya. Pada beberapa kasus, bayi mewarisi gen yang membuat mereka lebih mungkin mengembangkan bibir sumbing, kemudian pemicu lingkungan sebenarnya menyebabkan sumbing terjadi.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab celah orofacial pada sebagian besar bayi tidak diketahui. Beberapa anak memiliki bibir sumbing atau langit-langit mulut sumbing karena perubahan gen mereka. Bibir sumbing dan langit-langit mulut disebabkan oleh kombinasi gen dan faktor lain, seperti hal-hal yang bersentuhan dengan ibu di lingkungannya, atau apa yang dimakan atau diminum ibu, atau obat-obatan tertentu yang ia gunakan selama kehamilan.

Baru-baru ini, penelitian melaporkan temuan penting dari studi penelitian tentang beberapa faktor yang meningkatkan kemungkinan memiliki bayi dengan sumbing orofasial, yaitu :

  1. Merokok

Wanita yang merokok selama kehamilan lebih cenderung memiliki bayi dengan sumbing orofasial dibandingkan wanita yang tidak merokok.

  1. Diabetes

Wanita dengan diabetes yang didiagnosis sebelum kehamilan memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki anak dengan bibir sumbing dengan atau tanpa langit-langit mulut sumbing, dibandingkan dengan wanita yang tidak menderita diabetes.

  1. Penggunaan obat-obatan tertentu

Wanita yang menggunakan obat-obatan tertentu untuk mengobati epilepsi, seperti topiramate atau asam valproat, selama trimester pertama (3 bulan pertama) kehamilan memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan bibir sumbing dengan atau tanpa langit-langit mulut sumbing, dibandingkan dengan wanita yang tidak minum obat-obatan ini.

Penelitian terus dikembangkan untuk mempelajari cacat lahir, seperti penyebab bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing, dan bagaimana mencegahnya. Jika Anda sedang hamil atau berpikir untuk hamil, bicarakan dengan dokter Anda tentang cara-cara untuk meningkatkan peluang Anda untuk memiliki bayi yang sehat.

 

Sumber :

www.mayoclinic.org

www.cdc.gov

www.clapa.com

Categories
Blog

Amankah Olahraga untuk Ibu Hamil?

 

Selama masa kehamilan, akan terjadi penyesuaian tubuh karena disebabkan oleh perubahan hormon yang berguna untuk perkembangan janin dalam tubuh. Banyak sekali cara menjaga kesehatan selama masa kehamilan, dari mulai olahraga untuk ibu hamil, mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin, hingga pola hidup sehat lainnya seperti berhenti merokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Dan sekarang pun sudah banyak pula susu untuk ibu hamil yang beredar dengan khasiatnya masing-masing.

Bagi mereka yang pernah melalui masa kehamilan, mungkin tidak akan kaget. Namun bagaimana dengan yang belum berpengalaman? Mereka masih mencari cara dan berbagai referensi pun dibaca untuk memperkaya informasi apa saja yang perlu dilakukan dan tidak boleh dilakukan ketika sedang hamil.

Yang perlu dilakukan oleh ibu hamil pertama kali adalah melakukan pemeriksaan rutin. Menurut Alodokter, pemeriksaan rutin ibu hamil terdiri dari perawatan kesehatan prenatal (sebelum masa kelahiran) dan postpartum (setelah melahirkan). Dan idealnya, seorang ibu hamil perlu memeriksakan kandungannya ke dokter kandungan minimal 8 kali. Namun, ketika memasuki usia kandungan ke 7 atau 8 bulan, pemeriksaan akan menjadi lebih rutin yaitu sekitar dua minggu sekali.

Untuk menjaga kesehatan para ibu hamil, tidak ada larangan melakukan olahraga untuk ibu hamil. Dilansir dari buku Nurul Chomaria yang berjudul Five in One: The Series of Pregnancy, Olahraga Bagi Ibu Hamil dan Menyusui, ada beberapa olahraga yang bisa dilakukan oleh ibu hamil. Olahraga tersebut misalnya bersepeda, yoga, senam, berenang, jalan kaki, latihan jongkok dan memiringkan panggul. Namun, dalam melakukan olahraga tersebut, ada yang perlu diperhatikan terlebih dahulu untuk menjaga keselamatan dan kesehatan ibu serta janinnya.

Olahraga perlu dihentikan jika ibu hamil merasa sakit kepala, dada terasa nyeri, terjadinya perdarahan atau cairan lain keluar dari vagina, kontraksi terus menerus pada rahim, pergerakan janin berkurang, sesak napas, dan detak jantung cepat. Untuk mengukur apakah kamu terlalu memaksakan diri dalam berolahraga, ukurlah dengan kemampuan kamu berbicara saat berolahraga. Jika kamu tidak sanggup untuk bicara, maka bisa dipastikan kalau kamu terlalu memaksakan diri. Maka dari itu, kamu perlu beristirahat sejenak.

Untuk memastikan keamanan bayi dan sang ibu, alangkah lebih baiknya ibu hamil memilih olahraga yang aman dan tidak membahayakan. Hal ini untuk mengurangi resiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Seorang ibu hamil, perlu menghindari olahraga berikut ini.

  1. Scuba diving.
  2. Olahraga yang dilakukan dengan tempo cepat seperti melompat atau sit up.
  3. Olahraga beregu yang melibatkan kontak fisik seperti basket dan permainan voli.
  4. Olahraga di ketinggian atau yang dapat meningkatkan resiko kamu terjatuh.

Olahraga untuk ibu hamil yang paling baik sebenarnya adalah senam ibu hamil dan latihan peregangan. Kedua olahraga ini memiliki manfaatnya sendiri bagi ibu hamil terutama saat menjelang masa kelahiran. Olahraga yang dilakukan semasa kehamilan, dapat membantu sang ibu untuk mengejan sehingga mempermudah proses persalinan. Kemudian, olahraga juga membantu tidurnya ibu hamil menjadi lebih nyenyak, mengurangi resiko komplikasi kehamilan, mengurangi rasa nyeri atau sakit pada bagian punggung, panggul, dan kaki.

Contoh komplikasi yang terjadi pada ibu hamil adalah terjadinya kelahiran premature, memiliki riwayat keguguran, preeklamsia, ketuban pecah dini, atau terjadinya perdarahan.

Melakukan olahraga juga dipercaya dapat meningkatkan semangat seseorang, mengurangi stres, memudahkan penurunan berat badan setelah melahirkan, dan mengurangi resiko untuk melahirkan secara caesar.

 

Sumber gambar: unsplash.com