Selasa, 07 Februari 2017

Dzikir dan do’a yang dibaca ketika wanita hamil merasa sakit, sedih atau gundah.


Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha ia berkata bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ya Allah, sehatkan (selamatkan) badanku, dan sehatkan (selamatkan) penglihatanku, dan jadikanlah ia warisanku (sehatkan hingga aku mati). Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Penyantun dan Dermawan. Mahasuci Allah, Rabb ‘Arsy yang agung. Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam”.
Diriwayatkan dari ‘Ustman bin ‘Abil ‘Ash ats-Tsaqafi bahwa ia mengadukan sakitnya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang ia derita di badannya sejak ia masuk Islam. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Letakkan tanganmu pada tubuhmu yang terasa sakit, dan bacalah: ‘Bismillah tiga kali, lalu bacalah tujuh kali:

‘A’uudzu billaahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru (Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan sesuatu yang aku dapati dan aku takuti).”


Diriwayatkan dari Anas radhiyaallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali Engkau-lah yang membuatnya mudah, dan Engkau-lah yang membuat kesedihan menjadi mudah, apabila Engkau menghendakinya.”


Berdo’a dengan al-Ismul A’zham. Masih di dalam Shahiih Ibni Hibban, dari hadits Anas bin Malik, bahwa ia sedang duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada seorang laki-laki yang sedang shalat. Kemudia ia berdo’a:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu, (dengan bersaksi) bahwa sesungguhnya hanya bagi-Mu segala puji. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau Yang Maha Pengasih, Maha Pemberi Kenikmatan, Yang mengciptakan langit dan bumi. Wahai Yang memiliki keagungan dan kemuliaan, Yang Mahahidup, Yang berdiri sendiri, tidak memerlukan makhluk. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu.”


Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, sungguhm ia telah berdo’a dengan Nama-Nya yang agung (al-Ismul A’zham), yang apabila Dia diseru dengannya maka Dia akan mengabulkan, dan jika Dia diminta dengannya maka Dia akan memberi.”


Ini adalah do’a penawar duka citra dan kesedihan menjadi kelapangan dan kegembiraan. Diriwayatkan dalam al-Musnad karya  Imam Ahmad, dari hadits ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi  wa sallam bersabda:
“Tidaklah seseorangditimpa duka cita dan kesedihan lalu mengucapkan: Allaahumma innii ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika naashiyatii biyadika maa dhinfiyya hukmuka ‘adlun fiyya qodoouka, as aluka bikulli ismin huwa laka sammayta bihi nafsaka, ‘allamtahu ahadan min kholqika, au andzaltahu fii kitaabika, awista tsarta bihi fii ‘ilmil ghoybi ‘indaka, an taj’alal qur aaana robiia qolbii wa nuuro shodrii wi jala’a huzhnii wa dzahaabba hammii (‘Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu dan anak dari hamba-Mu.
Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Berlaku padaku keputusan-Mu. Ketentuan-Mu padaku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan Nama yang Engkau gunakan untuk menamai  Engkau sendiri, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau pilih dalam ilmu ghaib di sisi-Mu; bahwa Engkau jadikan al-Qur’an sebagai penggembira hatiku, cahaya dadaku, pengusir kesedihanku dan penghilang duka citaku.’) kecuali Allah akan menghilangkan kesedihan dan duka citanya, lalu diganti dengan kelapangan.”


Dan berikut ini do’a ketika ditimpa penderitaan yang berat (du’aa-ul Karbi):
‘Laa ilaaha illallaahul ‘adziimul haliim laa ilaaha illallaahu robbul ‘arsyil adhiim.’
“Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Mahaagung lagi Maha Penyantun. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb ‘Arsy yang agung.”
Disadur dari Buku “Do’a dan Dzikir untuk Ibu Hamil” oleh Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, terbitan Pustaka Ibnu ‘Umar.

Catatan Kaki :

  1. HR. at-Tirmidzi (no. 3402, al-Maktabah asy-Syaamilah), ia berkata, “Hadits hasan gharib.”
  2. HR. Muslim (no. 4082, al-Maltabah asy-Syaamilah)
  3. HR. Ibnu HIbban dalam Shahiih-nya (no. 979, al-Maktabah asy-Syaamilah). Dishahihkan oleh al-Albani rahimahullah dalam ash-Shahiihah (no. 2886, al-Maktabah asy-Syaamilah).
  4. HR. Ibnu Hibban dalam Shahiih-nya (no. 979, al-Maktabah asy-Syaamilah). Dishahihkan oleh al-Albani rahimahullah dalam ash-Shahiihah (no. 2886, al-Maktabah asy-Syaamilah).
  5. Al-‘Abdu adalah hamba sahaya laki-laki, sedangkan al-Amatu adalah hamba sahaya perempuan. Yang dimaksudkan di sini adalah anak dari kedua orang tua, yang kedua-duanya adalah hamba Allah.
  6. As-Silsilah ash-Shahiihah (I/337).
  7. HR. Al-Bukhari (no. 5869, al-Maktabah as-Syaamilah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar