Categories
Blog

Berikut Adalah Cara Mencegah Bayi Mengalami Atresia Ani

Bayi yang lahir tanpa anus dinamakan atresia ani. Kondisi ini merupakan salah satu cacat bawaan atau kelainan genetik. Operasi atau pembedahan adalah cara yang paling tepat untuk mengobati penyakit ini. Dokter akan membentuk pembentukan lubang anus yang berguna untuk membentuk saluran pembuangan untuk kotoran. Agar bayi tidak lahir dengan kondisi ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah atresia ani, yaitu :

  1. Tidak Mengonsumsi Obat Kimia

Saat menjalani masa kehamilan, sebaiknya hindari obat  – obatan kimia. Jika tetap dilakukan, hal inilah yang bisa menjadi penyebab bayi lahir tanpa anus atau mengalami atresia ani. Kondisi ini dialami bayi saat usia kandungan tiga bulan. Dalam waktu ini, janin akan terkontaminasi dengan obat – obatan kimia.

  1. Tidak Mengonsumsi Makanan Berpengawet

Makanan pengawet dalam kemasan sangat tidak dianjurkan selama seorang ibu menjalani masa kehamilan. Makanan cepat saji (fast food) sebaiknya dihindari dan tidak terlalu sering dikonsumsi. Hal ini bertujuan untuk menghindari kelainan genetik pada janin.

  1. Jauhi Alkohol
READ  Hiperemisis Gravidarum Adalah Morning Sickness yang Ekstrem

Minuman alkohol juga menjadi salah satu penyebab atresia ani. Saat usia kehamilan memasuki 3 bulan, janin akan terkontaminasi dengan alkohol yang Anda konsumsi.

  1. Menjaga Nutrisi

Memenuhi nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan sangat penting bagi ibu hamil. Hal ini juga memengaruhi kondisi dan kesehatan bayi. Oleh karena itu, penuhi nutrisi yang dibuthkan selama kehamilan seperti minum susu ibu hamil dan mengonsumsi makanan bergizi.

  1. Pemeriksaan Kandungan Rutin

Cara ini dilakukan untuk mengetahui kondisi janin selama kehamilan. Selain itu, Anda juga akan mengetahui sejauh mana pertumbuhan yang sudah terjadi. Apabila terjadi gangguan, kondisi ini akan segera terdeteksi dan bisa segera ditangani.

  1. Pemeriksaan Genetik

Bagi pasangan yang baru menikah dan ingin memiliki keturunan, sebaiknya mereka melakukan pemeriksaan genetik. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah pasangan atau diri Anda mempunyai gen yang bisa menimbulkan atresia ani. Dengan begitu, cara ini bisa dilakukan untuk mencegah atresia ani. Cara ini juga dilakukan karena atresia ani adalah penyakit genetik atau karena faktor keturunan.

  1. Menghindari Radikal Bebas
READ  Amankah Olahraga untuk Ibu Hamil?

Radikal bebas ternyata tidak hanya buruk bagi kesehatan kulit, tetapi juga bagi kesehatan janin yang sedang ada di kandungan. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya atresia ani, sebaiknya hindari radikal bebas khususnya selama trimester pertama kehamilan.

Setelah bayi lahir, dokter biasanya akan langsung mengetahui bagaimana kondisi bayi. Bayi yang mengalami penyakit ini biasanya mekonium tidak keluar selama 24 jam setelah dilahirkan dan menjadi gejala awal dari atresia ani. Adanya mekoneum dari saluran berkemih atau saluran reproduksi adalah tanda adanya fistula di atresia ani. Di sisi lain, ada kasus dimana atresia ani tidak dikenali sampai bayi diberi makan. Hal ini menimbulkan tanda – tanda obstruksi atau sumbatan usus.

READ  Cemilan Sehat untuk Ibu Hamil yang Enak Plus Bergizi

Pemeriksaan awal bisa dilakukan dengan thermometer rektal. Selain itu, foto rontgen bisa dilakukan untuk menentukan jenis atresia ani dan posisi yang tepat. Jenis dan ukuran atresia ani bida dideteksi dengan cara Magnetig Resonance Imaging (MRI) atau CT-scan, dan USG. USG dilakukan dengan gelombang suara, CT scan menggunakan sinar x melalui tubuh di sudut yang berbeda dan MRI menggunakan medan magnet serta gelombang radio.

Pengobatan yang dilakukan dengan operasi yaitu dengan cara membuat saluran buatan (kolonostomi) serta pemberian cairan dan atibiotik agar mencegah terjadinya infeksi. Lalu, sayatan bedah dibuat di usus besar untuk membuat lubang sementara (kolostomi) pada bagian perut yang telah ditentukan oleh okter. Usus tersebut akan dipindahkan ke dalam cincin otot (sfingter) dalam beberapa bulan kemudian. Apabila kolostomi sudah dilakukan pada anak dengan atresia ani, kolostomi ditutup beberapa minggu kemudian.

 

Sumber :

www.honestdocs.id

https://mommyasia.id

Pexels.com