Categories
Blog

Amankah Olahraga untuk Ibu Hamil?

 

Selama masa kehamilan, akan terjadi penyesuaian tubuh karena disebabkan oleh perubahan hormon yang berguna untuk perkembangan janin dalam tubuh. Banyak sekali cara menjaga kesehatan selama masa kehamilan, dari mulai olahraga untuk ibu hamil, mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin, hingga pola hidup sehat lainnya seperti berhenti merokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol. Dan sekarang pun sudah banyak pula susu untuk ibu hamil yang beredar dengan khasiatnya masing-masing.

Bagi mereka yang pernah melalui masa kehamilan, mungkin tidak akan kaget. Namun bagaimana dengan yang belum berpengalaman? Mereka masih mencari cara dan berbagai referensi pun dibaca untuk memperkaya informasi apa saja yang perlu dilakukan dan tidak boleh dilakukan ketika sedang hamil.

Yang perlu dilakukan oleh ibu hamil pertama kali adalah melakukan pemeriksaan rutin. Menurut Alodokter, pemeriksaan rutin ibu hamil terdiri dari perawatan kesehatan prenatal (sebelum masa kelahiran) dan postpartum (setelah melahirkan). Dan idealnya, seorang ibu hamil perlu memeriksakan kandungannya ke dokter kandungan minimal 8 kali. Namun, ketika memasuki usia kandungan ke 7 atau 8 bulan, pemeriksaan akan menjadi lebih rutin yaitu sekitar dua minggu sekali.

Untuk menjaga kesehatan para ibu hamil, tidak ada larangan melakukan olahraga untuk ibu hamil. Dilansir dari buku Nurul Chomaria yang berjudul Five in One: The Series of Pregnancy, Olahraga Bagi Ibu Hamil dan Menyusui, ada beberapa olahraga yang bisa dilakukan oleh ibu hamil. Olahraga tersebut misalnya bersepeda, yoga, senam, berenang, jalan kaki, latihan jongkok dan memiringkan panggul. Namun, dalam melakukan olahraga tersebut, ada yang perlu diperhatikan terlebih dahulu untuk menjaga keselamatan dan kesehatan ibu serta janinnya.

Olahraga perlu dihentikan jika ibu hamil merasa sakit kepala, dada terasa nyeri, terjadinya perdarahan atau cairan lain keluar dari vagina, kontraksi terus menerus pada rahim, pergerakan janin berkurang, sesak napas, dan detak jantung cepat. Untuk mengukur apakah kamu terlalu memaksakan diri dalam berolahraga, ukurlah dengan kemampuan kamu berbicara saat berolahraga. Jika kamu tidak sanggup untuk bicara, maka bisa dipastikan kalau kamu terlalu memaksakan diri. Maka dari itu, kamu perlu beristirahat sejenak.

Untuk memastikan keamanan bayi dan sang ibu, alangkah lebih baiknya ibu hamil memilih olahraga yang aman dan tidak membahayakan. Hal ini untuk mengurangi resiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Seorang ibu hamil, perlu menghindari olahraga berikut ini.

  1. Scuba diving.
  2. Olahraga yang dilakukan dengan tempo cepat seperti melompat atau sit up.
  3. Olahraga beregu yang melibatkan kontak fisik seperti basket dan permainan voli.
  4. Olahraga di ketinggian atau yang dapat meningkatkan resiko kamu terjatuh.

Olahraga untuk ibu hamil yang paling baik sebenarnya adalah senam ibu hamil dan latihan peregangan. Kedua olahraga ini memiliki manfaatnya sendiri bagi ibu hamil terutama saat menjelang masa kelahiran. Olahraga yang dilakukan semasa kehamilan, dapat membantu sang ibu untuk mengejan sehingga mempermudah proses persalinan. Kemudian, olahraga juga membantu tidurnya ibu hamil menjadi lebih nyenyak, mengurangi resiko komplikasi kehamilan, mengurangi rasa nyeri atau sakit pada bagian punggung, panggul, dan kaki.

Contoh komplikasi yang terjadi pada ibu hamil adalah terjadinya kelahiran premature, memiliki riwayat keguguran, preeklamsia, ketuban pecah dini, atau terjadinya perdarahan.

Melakukan olahraga juga dipercaya dapat meningkatkan semangat seseorang, mengurangi stres, memudahkan penurunan berat badan setelah melahirkan, dan mengurangi resiko untuk melahirkan secara caesar.

 

Sumber gambar: unsplash.com