Categories
Blog

Hiperemisis Gravidarum Adalah Morning Sickness yang Ekstrem

Pada masa kehamilan, mungkin banyak sekali yang dirasakan oleh ibu hamil, dari mual, mengidam, dan keluhan lainnya. Yang paling umum terjadi sebagai pertanda awal kehamilan adalah rasa mual dan muntah. Rasa mual dan muntah ini biasa dikenal jiga dengan morning sickness. Namun, tahukah kamu bahwa ada gejala lain yang bernama hiperemisis gravidarum yang hampir mirip dengan morning sickness, namun keduanya tentu berbeda.

DEFINISI HIPEREMISIS GRAVIDARUM

Dilansir dari Halodoc, hiperemisis gravidarum adalah keadaan morning sickness yang sangat ekstrem saat masa kehamilan. Ditandai dengan mual dan muntah layaknya morning sickness, namun lebih parah. Jika dibiarkan begitu saja, maka akan berakibat buruk pada ibu hamil seperti dehidrasi, penurunan berat badan, gangguan elektrolit dan keton di dalam tubuh.

Biasanya ditemui pada ibu hamil dengan usia memasuki tiga bulan pertama kehamilan. Pada beberapa kasus, penurunan berat badan pada ibu hamil yang mengalami hiperemisis gravidarum adalah dikarenakan mereka tidak bisa makan sedikitpun. Jika dipaksakan untuk makan, maka penderita akan memuntahkannya kembali.

READ  Bibir Sumbing, Cacat Pada Bayi yang Baru Lahir

Dilansir dari The Asian Parent, dari semua wanita hamil hanya 3 persennya yang mengalami gejala ini. Istri dari Pangeran William, Kate Middleton, adalah salah satu wanita yang pernah mengalami hiperemisis gravidarum. Keadaan ekstrem ini dapat berlangsung selama masa kehamilan, bahkan setelah melahirkan.

GEJALA HIPEREMISIS GRAVIDARUM

Dilansir dari buku dr. Ayustawati, PhD, yang berjudul Mengenali Keluhan Anda, gejala awal dari hiperemisis gravidarum yaitu rasa mual dan muntah yang sangat berat dan terjadi secara terus menerus. Kemudian, rasa lemas akan melanda, bahkan ada juga yang hampir pingsan. Selain itu, gejala yang ditemui adalah dehidrasi. Bagaimana kita tahu ibu hamil dehidrasi? Bisa kita lihat dari fisiknya yaitu agak lemas, bibir kering, keluar keringat dingin, dan kulit menjadi kering.

READ  Fakta Penting dari Kondisi Displasia Pinggul pada Bayi

Gejala lainnya yaitu frekuensi buang air kecil menjadi berkurang, sakit kepala, tekanan darah rendah, detak jantung menjadi lebih cepat, sulit berkonsentrasi, gelisah, perubahan mood ibu hamil, sensitif pada bau, dan pada beberapa kasus juga ditemukan gejala berupa penyakit kuning yang diderita ibu hamil.

Gejala yang masih dalam tingkat sedang dapat ditangani dengan mengubah pola makan ibu hamil. Hal ini untuk mencegah penurunan berat badan yang signifikan, dan memastikan bahwa ibu hamil tetap memdapatkan asupan. Terlebih lagi, di dalam rahimnya ada janin yang membutuhkan nutrisi.

PENYEBAB HIPEREMISIS GRAVIDARUM

Saat sedang hamil, seorang wanita akan memproduksi hormon yang bernama HCG atau Human Chorionic Gonadotropin yang dihasilkan oleh ari-ari. Penyebab dari hiperemisis gravidarum ini adalah pesatnya peningkatan hormon HCG. Hal ini lebih sering terjadi pada mereka yang sedang mengandung bayi kembar atau hamil anggur.

READ  Ketahui bersama beberapa makanan sehat untuk ibu hamil

Jika kondisi ini terjadi secara terus menerus tanpa ada penanganan, bisa menyebabkan komplikasi seperti gangguan pada ginjal, berat badan menurun, otot yang melemah karena malnutrisi, ketidakseimbangan elektrolit dan mineral dalam tubuh, dan produksi air liur bertambah banyak sehingga dapat menyebabkan ibu hamil merasa mual saat menelannya.

Apa yang terjadi jika ibu hamil tidak kunjung mendapatkan penanganan? Kemungkinan besar akan terjadi kelahiran premature, atau bayi akan lahir dengan berat badan rendah, dan masalah kesehatan lainnya pada bayi. Jadi, jangan anggap sepele ya jika kamu merasa mual dan muntah setiap hari karena bisa jadi itu merupakan tanda awal kamu mengalami hiperemisis gravidarum.

 

Sumber gambar: halodoc.com